Berita Bola Paris Saint Germain vs Barcelona, Perbaiki Sejarah

Undian babak 16 besar Liga Champions sudah dilakukan di Nyom pada hari Senin tanggal 12 Desember lalu. Dimana, masing-masing juara grup sudah dipertemukan dengan runner up. Salah satu pertadingan yang merupakan laga ulangan, selain Arsenal yang kembali lagi bertemu Bayern Munich, yakni antara Paris Saint Germain melawan Barcelona.

Wakil Perancis tersebut sudah bertemu dengan Blaugrana dalam fase gugur. Dimana, pertemuan antara kedua tim tersebut bukanlah yang pertama kalinya. Sebelumnya, dalam edisi Liga Champions musim 2014/2015, wakil Catalan tersebut berhasil menyingirkan PSG di babak perempat final.

Paris Saint Germain vs Barcelona

Paris Saint Germain bertemu Barcelona di babak 16 besar Liga Champions

Pada leg pertama yang dilangsungkan di Parc des Princes, Paris, Barcelona berhasil meraih kemenangan dengan skor yang cukup meyakinkan, yakni 1-3. Laga tersebut pun, kubu tuan rumah tak mampu mencetak gol. Satu-satunya gol bagi PSG tercipta berkat gol bunuh dari J. Mathieu. Tiga gol untuk kubu tamu, diciptakan oleh Neymar dan Luis Suarez yang sukses membuat Brace (dua gol).

Blaugrana yang sudah sukses memenangkan pertandingan pada pertemuan pertama, tak membuat mereka bersantai. Justru, Neymar mampu melakukan brace ke gawang Paris Saint Germain. Hasilnya, leg kedua PSG harus takluk di tangan tim asal Catalan dengan skor 2-0. Secara agregat, 5-1 untuk keunggulan tuan rumah.

Bahkan, Barcelona tak hanya sekali saja menyingkirkan klub asal Paris tersebut. Pada musim 2012/2013, Blaugrana kembali sukses melewati hadangan PSG di babak yang sama, yakni perempat final. Namun, kedua laga dengan sistem kandang tandang berakhir dengan kedudukan yang sama kuat. Tetapi, Messi CS berhak menyegel satu tempat di semifinal berkat gol tandang. Dimana Barca mampu membuat dua gol saat bermain sebagai tamu. Sementara Cavani CS hanya mampu mencetak satu gol saja saat bertandang.

Di tahun 2014/2015, mereka dipersatukan dalam fase kualifikasi grup F. Pada pertemuan pertama, PSG mampu meraih kemenangan 3-2 berkat gol David Luiz, Marco Verratti dan Blaise Matuidi. Sementara dua gol sang tamu diciptakan oleh Lionel Messi dan Neymar. Kala itu, kemenangan ini mampu mengantarkan mereka memuncaki klasemen sementara.

Tetapi, di pertemuan kedua, Barcelona yang sempat tertinggal berkat gol Zlatan Ibrahimovic. Mampu mengembalikkan keadaan melalui gol Lionel Messi, Neymar dan Suarez. Kedudukan 3-1 berakhir hingga peluit panjang dibunyikan. Sekaligus mengunci Blaugrana keluar sebagai juara grup F. Paris Saint Germain harus puas berada di posisi runner up.

Ujian Berat Bagi Unai Emery

Tentu hasil undian babak 16 besar Liga Champions yang mempertemukan antara Paris Saint Germain melawan Barcelona, menjadi ujian yang sangat berat bagi pelatih Unai Emery. Pasalnya, mantan manajer Sevilla tersebut baru saja menangani Thiago Silva CS mulai bulan Juni 2016 lalu.

Unai Emery

Unai Emery saat konferensi pers usai undian babak 16 besar Liga Champions

Sejauh ini, di kancah Ligue 1, PSG berada di urutan ketiga dalam tabel klasemen dengan raihan 36 poin. Berjarak empat poin dari tim yang memberi kejuatan pada musim ini, yakni OGC Nice. 17 pertandingan yang sudah dilalui di liga domestik, mampu meraih sebelas hasil sempurna, tiga hasil imbang dan sisanya berakhir kalah.

Emery pun menanggapi mengenai hasil undian tersebut. “Saya rasa, dengan kualitas yang kami miliki. Kami mampu untuk melewati hadangan mereka (Barcelona). Kami optimis melangkah lebih jauh di kancah Liga Champions ini dan meraih gelar juara,” ujar pelatih berkebangsaan Spanyol tersebut.

Berita Bola Terkini Silva: Kami Belajar Dari Kekalahan

Dikutip dari sumber resmi berita bola terbaru nonamescript versi 4.03, 4.1, 4.22 nns Sang kapten Thiago Silva juga sepakat dengan sang pelatih, bahwa timnya akan mampu mengalahkan Barcelona. Pemain Brasil tersebut mengungkapkan bahwa timnya sudah belajar dari kekalahan di musim-musim sebelumnya.

Thiago Silva

Thiago Silva yakin mampu melewati hadangan Barcelona

“Memang pada musim-musim sebelumnya, kami tersingkirkan karena Blaugrana. Tetapi, kami belajar dari kekalahan tersebut. Musim ini pun, kami siap untuk merubah sejarah dan menjuarai Liga Champions,” ujar Silva.

Arsenal Siap Ambil Alih Puncak Klasemen Grup A

Arsenal siap untuk mengambil alih puncak klasemen sementara grup A Liga Champions yang saat ini di klaim oleh Paris Saint Germain. Meriam London akan bertandang ke Stadion Jakob Park, markas Basel dalam laga terakhir di fase kualifikasi grup A. Laga yang akan dihelat pada tanggal 7 Desember 2016 pukul 02.45 atau Rabu dinihari nanti, tim asuhan Arsene Wenger berambisi untuk meraih kemenangan, agar keluar sebagai juara grup.

Basel vs Arsenal

Theo Walcott berhasil menyetak gol pada pertemuan pertama

Saat ini, The Gunners berada di posisi kedua dengan perolehan 11 poin, yang dihasilkan dari tiga hasil sempurna dan dua sisanya berakhir dengan imbang. Begitu pula dengan sang pemuncak klasemen, Les Parisiens yang sama-sama mengumpulkan 11 poin dari hasil pertandingan yang juga sama. Kedua klub tersebut pun sudah dipastikan lolos ke fase gugur, lantaran peringkat ketiga dan keempat yang dihuni oleh Ludogores dan Basel hanya mampu masing-masing meraih dua poin saja.

Namun peluang klub yang bermarkas di Emirates Stadium itu akan mengalami sedikit kesulitan. Lantaran PSG hanya melawan wakil Bulgaria saja, yang dimana pertandingan tersebut dilangsungkan di Parc des Princes. Tentu jika wakil Perancis tersebut memenangkan laga tersebut, otomatis keluar sebagai juara grup A, walau Arsenal juga meraih hasil positif. Tak hanya itu, Basel juga akan berusaha meraih poin penuh agar dapat berkancah di kejuaraan Europa.

Arsene Wenger Optimis Arsenal Juara Grup A

Arsenal sudah dipastikan lolos ke fase gugur Liga Champions. Namun hal tersebut tak sepenuhnya membuat sang pelatih, Arsene Wenger merasa senang. Dirinya mengincar juara grup agar memudahkan laga di tahap selanjutnya. The Professor pun optimis bahwa timnya mampu mengalahkan Basel dalam lanjutan fase grup.

Arsene Wenger

Arsene Wenger saat konferensi pers jelang laga Basel vs Arsenal

Meriam London berada di urutan kedua dengan poin yang sama dengan Paris Saint Germain yang duduk di puncak klasemen. The Gunners hanya kalah head to head, dimana Sanchez CS hanya mampu membuat gol satu saja kala bertandang ke markas PSG. Sedangkan, Cavani CS berhasil membukukkan dua gol ke gawang yang kala itu dikawal oleh David Ospina.

Juara grup di kejuaraan antar klub di daratan eropa memang memiliki sejumlah keunggulan. Diantaranya yakni, pertandingan leg kedua di lakukan di markas sendiri. Selain itu, terhindar dari juara-juara masing-masing grup, seperti grup C yang di klaim oleh Barcelona, maupun grup D oleh Atletico Madrid.

Arsene Wenger sangat optimis para pemainnya dapat menampilkan permainan terbaiknya dan pulang dengan raihan poin penuh. Terlebih lagi saat ini tingkat kepercayaan diri mereka sangat tinggi, setelah berhasil menghembaskan perlawanan West Ham United dengan skor 1-5. Bahkan, manajer asal Perancis tersebut mengungkapkan bahwa laga tandang terasa lebih baik.

Basel Mengkhawatirkan Kedatangan Arsenal

Arsenal akan bertandang ke Stadion Jakob Park untuk melawan Basel dalam laga pamungkas penyisihan grup A. The Gunners pun datang untuk meraih poin sempurna agar dapat keluar sebagai juara grup. Sehingga hal tersebut membuat sang pelatih, Urs Fischer merasa khawatir.

Urs Fischer

Urs Fischer merasa khawatir akan kedatangan Arsenal

Manajer berkebangsaan Swiss mengungkapkan bahwa Arsenal saat ini bermain sangat efesien dan mengkhawatirkan timnya akan menjadi bulan-bulanan sama seperti yang terjadi kepada West Ham United. “Saya melihat pertandingan terakhir mereka dan hasilnya sangat menakjubkan. Mereka bermain begitu efektif. Hal itu pasti membuat lawan merasa cemas,” ujar Fischer.

Fischer menambahkan, walau bermain melawan tim yang tengah berada dalam kepercayaan tinggi, dirinya yakin mampu memanfaatkan peluang yang tercipta dan meraih tiga poin. “Kita melawan tim yang saat ini begitu percaya diri. Namun, kita akan menciptkan sejumlah peluang demi meraih kemenangan. Tantangan kami terasa cukup ringan dengan adanya supporter yang datang. Tak seperti Ludogores yang harus bermain di markas tim besar,” tutup manajer yang kini berusia 50 tahun tersebut.