Costa Masuk Radar Dua Klub Raksasa Spanyol

Diego Costa terus dikaitkan akan meninggalkan Stamford Bridge dalam bursa musim dingin ini, menyusul kabar mengenai sang pemain yang sedikit memiliki permasalahan dengan manajer Chelsea, Antonio Conte pada beberapa waktu lalu. Bahkan, Costa dilaporkan masuk dalam bidikan dua klub raksasa asal Spanyol, yakni Barcelona dan Atletico Madrid.

Diego Costa

Diego Costa dikabarkan akan hengkang dari Chelsea

El Barca mengincar Costa untuk menjadi pelapis Luis Suarez yang dalam waktu dekat akan menginjak usianya yang ke 30 tahun. Sementara bagi Los Colchoneros menginginkan sang pemain berkebangsaan Spanyol tersebut untuk mengantisipasi kepergian Antoine Griezmann yang akan berlabuh ke Manchester United.

Kedua klub besar Spanyol tersebut bukannya tidak mungkin untuk melayangkan tawaran resmi ke pihak klub yang bersangkutan. Namun dapat dipastikan, bahwa pihak The Blues tidak akan melepas striker andalannya tersebut pada bulan Januari ini. Meskipun sang pemain dikabarkan kecewa akan keputusan pihak klub yang tak mengizinkannya pindah ke Tiongkok.

Costa telah memutuskan untuk meninggalkan Atletico Madrid dan bergabung bersama Chelsea sejak musim 2014 lalu. Hingga sejauh ini, Costa telah sukses membukukan 51 gol yang hanya diperoleh dari 99 penampilannya untuk klub asal kota London tersebut di semua ajang kompetisi. Adapun masa bakti pemain berposisi penyerang tersebut bersama The Blues akan berakhir di akhir musim 2019 mendatang.

Courtois Ungkap Bahwa Semua Punggawa Chelsea Bahagia

Kiper Chelsea, Thibaut Courtois mengungkapkan bahwa semua rekan-rekannya satu tim mereka bahagia, meskipun beberapa hari ini terdengar kabar mengenai keributan kecil antara Diego Costa dengan manajer, Antonio Conte.

Thibaut Courtois

Thibaut Courtois menyatakan bahwa skuat merasa bahagia

Striker berkebangsaan Spanyol tersebut dikabarkan telah mendapatkan tawaran fantastis dari salah satu klub raksasa Tiongkok. Dimana, tawaran tersebut apabila diterima oleh sang pemain, maka akan menjadi pemain bergaji tertinggi di dunia.

Costa pun tak ikut latihan dengan skuat tim utama menjelang akhir pekan lalu. Puncaknya, Ia tersingkir dari skuat utama kala Chelsea bertandang ke King Power Stadium, markas Leicester City. Namun tanpa kehadiran sang pemain yang sementara menjadi top skor Liga Inggris, The Blues sukses memetik kemenangan meyakinkan 0-3 dan memperkokoh posisinya di puncak klasemen.

Adapun alasan Conte tak mengikutsertakan Costa dalam skuat utama melawan The Foxes, lantaran sang pemain mengalami cedera punggung. Tapi dengan tegas Courtois menyatakan bahwa seluruh pemain tidak mencemaskan hal tersebut dan memilih untuk tetap fokus di setiap laganya demi meraih gelar juara di akhir musim.

“Semua orang yang berada di dalam tim merasa bahagia. Saat ini, kami berada di puncak klasemen dan berselisih tujuh poin dari pesaing terdekat. Sehingga lebih penting untuk kami fokus di setiap pertandingan demi terus mempertahankan posisi kami dan di akhir musim mampu mengangkat trofi Liga Inggris,”

“Saat ini situasi di ruang ganti kami sangat kondusif dan bahagia. Kami tetap latihan seperti biasa, meskipun tanpa kehadiran striker utama kami,” ungkap kiper asal Belgia.

Cahill: Kami Tak Kehilangan Costa

Pemain yang berposisi untuk menjaga lini pertahanan Chelsea, Gary Cahill menyatakan bahwa timnya tidak merasa kehilangan sosok Diego Costa pada laga melawan Leicester City pada akhir pekan lalu. “Kami tak merasa bahwa kami kehilangan Dia (Costa). Terbukti, serangan kami membuahkan hasil,”

Gary Cahill

Gary Cahill ungkap bahwa timnya tidak kehilangan sosok Costa

“Dia tidak ada di dalam skuat kami, namun kami memiliki Hazard, Willian dan Pedro di lini depan. Hasilnya pun, kami dapat membawa pulang dengan poin penuh. Terlebih, kami pada pekan lalu menelan kekalahan,” ujar pemain berkebangsaan Inggris.

Everton Siap Kalahkan Arsenal Di Goodison Park

Tengah pekan ini, Liga Primer Inggris kembali akan bergulir dan telah memasuki pekan ke 16. Salah satu laga yang akan tersaji yakni, pertandingan antara Everton melawan Arsenal. The Toffees pun sudah siap untuk memenangkan pertandingan tersebut dan memberikan hadiah senyuman bagi para supporternya yang tentu akan memenuhi Stadium Goodison Park.

Everton vs Arsenal

Everton siap kalahkan Arsenal di Goodison Park

Laga pekan ke 16 tersebut, akan dilangsungkan pada tanggal 14 Desember 2016 dan dimulai pada pukul 02.45 WIB. Pertandingan hari Rabu dinihari nanti, diprediksi akan berjalan sengit. Mengingat kubu tuan rumah tengah terluka dan sang tamu yang ingin berencana kembali mengkudeta rival sekotanya, Chelsea di puncak klasemen.

Dalam lima pertandingan terakhir yang dilakoni oleh Baines CS, tak ada satu laga pun yang berhasil dimenangkan. Mereka takluk dengan skor 5-0 saat bertandang ke Stamford Bridge, markas Chelsea. Setelah itu, mereka hanya mampu bermain imbang di markas sendiri saat melawan Swansea City dengan skor 1-1.

Pertandingan ketiga kembali mereka harus menelan pil pahit, setelah Southampton berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor tipis, 1-0. Lagi-lagi mereka harus bermain imbang, kala menjamu Manchester United di kandang sendiri. Dalam laga terakhir, The Toffes harus kembali merasakan kekalahan dengan skor 3-2, kala bertandang ke markas Watford.

Sehingga, tren negatif tersebut tentu akan berusaha mereka hentikan dan berencana untuk memenangkan pertandingan melawan The Gunners pada hari Rabu dinihari nanti. Tentu demi memperbaiki urutan mereka di klasemen. Sejauh ini, Everton berhasil mengumpulkan 20 poin dan bertengger di posisi ke 9 dalam tabel klasemen.

Namun, kubu tamu juga akan mengincar kemenangan, demi dapat merebut kembali puncak klasemen yang saat ini masih di klaim oleh Chelsea. Arsenal berada di urutan kedua dengan raihan 34 poin. Hanya berjarak tiga poin saja dari sang rival. The Gunners hanya merasakan kekalahan sekali saja, kala bersua Liverpool dalam laga pembuka Liga Inggris. Setelah itu, Sanchez CS tak lagi menelan pil pahit dan mencatatkan 14 laga di ajang domestik dengan rekor tak terkalahkan.

Prediksi Line Up Everton vs Arsenal

Demi meraih kemenangan, pelatih Everton, Ronald Koeman tentu akan menurunkan para pemain terbaiknya. Demikian juga dengan manajer Arsenal, Arsene Wenger yang mengandalkan pemain berkualitas yang dimilikinya.

Stadium Goodison Park

Goodison Park menjadi venue laga antara Everton melawan Arsenal

Koeman menerapkan formasi 4-5-1, dengan Romelu Lukaku sebagai ujung tombak, yang diharapkan mampu kembali mencetak gol, setelah melakukan brance pada pertandingan terakhir melawan Watford. Deulofeu, McCarthy, Mirallas, Gueye dan Barry akan berbagi peran di lini tengah dan diharapkan mampu memenangkan pertarungan di area tersebut.

Coleman, Jagielka, Williams dan sang kapten Baines akan mengisi lini pertahanan. Diharapkan, dapat menahan gemburan sang lawan. Urusan penjaga gawang, Stekelenburg tetap menjadi pilihan utama untuk menjaga dibawah mistar gawang.

Wenger, kembali menurunkan Alexis Sanchez sebagai striker utama dalam formasi 4-2-3-1. Chamberlain, Ozil dan Walcott berperan di lini tengah demi membantu dalam lini serang. Sementara Coquelin akan berduet dengan Xhaka dalam posisi gelandang bertahan. Bellerin, Paulista, Koscielny dan Monreal mengisi lini pertahanan. Petr Cech tetap akan menjaga gawang dari kebobolan.

Koeman: Memutus Tren Negatif

Pelatih Everton, Ronald Koeman mengungkapkan bahwa timnya sudah siap untuk memutuskan tren negatif dalam lima pertandingan terakhir. Dimana The Toffes belum mampu keluar sebagai pemenang dan merasakan tiga kali kalah serta dua sisanya berakhir imbang. “Saatnya kembali ke jalur kemenangan dan memutus tren negatif ini,” ujar Koeman.

Ronald Koeman

Ronald Koeman meyakini timnya mampu mengalahkan Arsenal dan memutus tren negatif

Mantan pelatih Southampton, menambahkan bahwa cukup sulit mengalahkan Arsenal yang saat ini berada dalam kepercayaan diri yang tinggi. Namun dirinya tetap optimis akan menaklukkan Meriam London di depan para pendukungnya sendiri. “Mereka (Arsenal) memiliki kepercayaan diri yang tinggi, berkat 14 laga tak terkalahkan di liga domestik. Tetapi, kita bermain di depan para supporter, tentu akan mampu mengalahkan mereka dan meraih poin penuh,” tutup Koeman.

Leicester vs City, Kembali Ke Jalur Kemenangan

Laga antara Leicester City melawan Manchester City dalam lanjutan pekan ke 15, akan berlangsung pada tanggal 11 Desember 2016, pukul 00.30 WIB. Pertandingan ini dihelat di King Power Stadium dan diprediksi akan berjalan sangat ketat. Lantaran kedua tim pada pekan lalu sama-sama merasakan kekalahan. Sehingga, ‎The Foxes dan The Citizens akan bersaing untuk meraih kemenangan, demi memperbaiki posisi di klasemen.

Leicester City vs Manchester City

Laga antara Leicester City vs Manchester City diprediksi akan berjalan ketat

Pertandingan terakhir yang dilakoni oleh Riyad Mahrez CS saat bertandang ke markas Sunderland, harus menelan kekalahan dengan skor tipis, 2-1. Bahkan catatan lima pertandingan terakhir di kancah Liga Inggris, tim asuhan Claudio Ranieri belum pernah meraih poin sempurna. Tercatat, tiga kekalahan harus diderita dan dua berakhir dengan skor sama kuat. Tentu ini catatan yang buruk, lantaran Leicester City merupakan juara bertahan.

Manchester City juga merasakan hal yang sama pada laga terakhirnya. Tim asuhan Pep Guardiola harus mengakui kehebatan Chelsea dengan skor yang cukup meyakinkan, 1-3. Kekalahan ini pun diderita di kandang sendiri. Terlebih lagi, di ujung laga, mereka harus kehilangan dua pemain kuncinya, yakni Kun Aguero dan Fernandinho. Belum lagi kapten mereka yang masih dalam perawatan lantaran cedera, Vincent Kompany.

Namun jika berdasarkan, lima pertandingan terakhir di liga domestik. The Citizens lebih baik ketimbang lawan yang akan dihadapinya pada hari Minggu dinihari nanti. Kevin De Bruyne CS mencatatkan tiga kemenangan, satu hasil imbang dan hanya menelan satu kekalahan saja.

Sejauh ini, Manchester City berada di posisi keempat dengan perolehan 30 poin. Hanya berselisih empat poin saja dari sang pemuncak klasemen, yang masih diklaim oleh tim asuhan Antonio Conte. Sementara, sang juara bertahan, harus berada jauh dari persaingan gelar juara. Kini, The Foxes bertengger di posisi 16 dengan 13 poin. Angka tersebut hanya berjarak dua poin saja dari zona degradasi yang ditempati oleh Sunderland.

Catatan Pertemuan Leicester City vs Manchester City

Liga Primer Inggris pekan ke 15 akan diwarnai dengan pertandingan antara Leicester City melawan Manchester City. Kedua tim tengah sama-sama terluka di pekan lalu. The Foxes yang menyandang titel juara bertahan, harus takluk di kandang Sunderland dengan skor 2-1. Lebih menyedihkan, The Citizens harus menanggung malu setelah dipermalukan Chelsea dihadapan para supporternya sendiri dengan skor cukup telak, 1-3.

Leicester City vs Manchester City

Riyad Mahrez saat melakukan selebrasi gol ke gawang City

Dengan bermodalkan kekalahan pada pertandingan terakhir di ajang domestik. Tentu kedua pelatih akan mengincar kemenangan, demi meningkatkan kepercayaan diri para pemain dan tentu memperbaiki posisi di tabel klasemen.

Catatan lima pertemuan antara kedua tim, The Sky Blues masih unggul dengan memperoleh tiga kemenangan. Sementara The Filberts hanya meraih satu kemenangan saja. Raihan tiga poin tersebut terjadi pada pertemuan terakhir kedua klub. Lebih spesialnya, diraih di Etihad Stadium dengan skor 1-3. Satu pertandingan berakhir dengan skor sama kuat.

Ranieri: Kemenangan Demi Meningkatkan Kepercayaan Diri

Pelatih Leicester City, Claudio Ranieri mengatakan jika timnya harus memenangkan pertandingan saat melawan Manchester City. Dengan meraih kemenangan, Ia menilai mampu meningkatkan kepercayaan diri para pemain. “Kemenangan mutlak harus kita raih. Demi meningkatkan kepercayaan diri,” ujar Ranieri.

Claudio Ranieri

Claudio Ranieri tengah memberikan keterangan laga antara Leicester City vs Manchester City

Mantan pelatih timnas Yunani, menambahkan bahwa selain menambah dan mengembalikkan tingkat kepercayaan diri, kemenangan juga akan memperbaiki posisi, agar terhindar dari zona degradasi yang hanya terpaut dua angka saja. “Selain mengembalikkan kepercayaan para pemain, kemenangan tentu juga akan menjauhkan kita dari degradasi. Saat ini posisi kami jauh dari kata aman,” tutup manajer yang pernah melatih Chelsea.