Arsenal Siap Jamu Bayern Munich

Arsenal tengah bersiap-siap untuk melakoni laga krusial kala kedatangan tamu raksasa Bundesliga Jerman, Bayern Munich dalam partai leg kedua Liga Champions yang akan berlangsung di Emirates Stadium pada tanggal 8 Maret 2017 mendatang.

Arsenal vs Bayern Munich

Arsenal akan menghadapi Bayern Munich di leg kedua Liga Champions

Tentu The Gunners akan bermain all attack mengingat pada laga leg pertama di Allianz Arena pada hari Kamis dinihari 16 Februari 2017 lalu hanya mampu mencetak satu gol dan harus kemasukan lima gol.

Sehingga agregat sementara waktu ini adalah 1-5 untuk keunggulan The Bavarians. Untuk lolos ke fase berikutnya yakni delapan besar, maka tim asuhan Arsene Wenger setidaknya harus mampu mencetak empat gol tanpa harus kebobolan. Atau setidaknya dengan skor yang serupa, dan pertandingan nantinya harus berlanjut ke babak extra time, bahkan adu penalti.

Namun misi tersebut dapat dibilang mustahil. Pasalnya, belum ada satupun tim yang mampu mengembalikkan kedudukan, setelah tertinggal tiga gol atau lebih pada pertemuan pertama. Tetapi dalam dunia sepakbola semua dapat terjadi, dari yang tidak mungkin, bisa terjadi.

Terlebih Munich datang dengan modal yang berharga, dimana tim asuhan Carlo Ancelotti saat ini dalam tingkat kepercayaan diri yang tinggi. Pasalnya, Lewandowski CS baru saja meraih hasil positif kala menghadapi perlawanan Hamburger dalam lanjutan Bundesliga Jerman matchday 22 akhir pekan lalu. Bahkan, Die Roten secara perkasa melumat delapan gol tanpa balas.

Arsene Wenger Akan Kerahkan Kekuatan Penuh

Partai leg kedua Liga Champions akan kembali tersaji pada tengah pekan minggu depan, dimana giliran Arsenal yang akan bermain di depan para pendukungnya sendiri kala menghadapi perlawanan Bayern Munich. Sementara waktu, The Gunners tertinggal agregat 1-5, setelah secara perkasa Die Roten mempermalukan tamunya pada dua pekan lalu.

Arsene Wenger

Arsene Wenger optimis mengembalikan keadaan kala menghadapi Bayern Munich

Untuk itu, sang manajer Meriam London Arsene Wenger akan mengerahkan kekuatan penuh dan menurunkan para pemain terhebatnya, guna mengembalikan keadaan dan mengunci satu tempat di babak berikutnya.

“Kami mengetahui, bahwa saat ini kami tertinggal agregat yang sangat jauh, yakni selisih empat gol. Namun, kami akan bermain di markas sendiri, dengan dukungan penuh para fans yang selalu setia mendukung kami. Kami akan bermain sekuat tenaga dan mengerahkan semuanya.

“Kami tahu bahwa hal tersebut (mengembalikan agregat 1-5) terlihat mustahil. Tetapi, di dunia ini semua hal dapat terjadi, tak terlepas di dunia sepakbola. Terpenting, kami merasa yakin dapat melakukan hal itu tentu dengan bekerja keras. Hingga pada akhirnya, hal terbaik yang akan kita dapatkan,” ujar Wenger.

Pelatih berkebangsaan Perancis tersebut menambahkan, bahwa saat ini sebagian pemain yang cedera sudah kembali berlatih dan kemungkinan dapat bermain.

“Sebagian pemain kami yang harus menepi lantaran cedera, saat ini sudah dapat kembali bergabung bersama tim. Namun tentu, saya akan berhati-hati untuk memainkannya. Tetapi yang pasti, tim kami diisi oleh pemain-pemain hebat. Jadi, kami merasa optimis,” tutup The Professor.

Carlo Ancelotti: Kami Datang Dengan Modal Berharga

Disisi lain, manajer Bayern Munich Carlo Ancelotti menegaskan bahwa timnya datang ke markas Arsenal dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi. Ia yakin, bahwa timnya akan mampu menahan serangan agresif dari tim tuan rumah dan keluar sebagai pemenang.

Carlo Ancelotti

Carlo Ancelotti yakin bahwa timnya akan lolos ke babak delapan besar Liga Champions

“Kami siap untuk terbang ke London dan menghadapi Arsenal. Kami datang dengan modal yang berharga pada leg pertama. Dimana saat ini kami unggul agregat dengan selisih yang cukup jauh. Sehingga, kami akan berusaha untuk menahan mereka dan memastikan langkah ke babak selanjutnya,” ujar Carletto.

 

Costa Masuk Radar Dua Klub Raksasa Spanyol

Diego Costa terus dikaitkan akan meninggalkan Stamford Bridge dalam bursa musim dingin ini, menyusul kabar mengenai sang pemain yang sedikit memiliki permasalahan dengan manajer Chelsea, Antonio Conte pada beberapa waktu lalu. Bahkan, Costa dilaporkan masuk dalam bidikan dua klub raksasa asal Spanyol, yakni Barcelona dan Atletico Madrid.

Diego Costa

Diego Costa dikabarkan akan hengkang dari Chelsea

El Barca mengincar Costa untuk menjadi pelapis Luis Suarez yang dalam waktu dekat akan menginjak usianya yang ke 30 tahun. Sementara bagi Los Colchoneros menginginkan sang pemain berkebangsaan Spanyol tersebut untuk mengantisipasi kepergian Antoine Griezmann yang akan berlabuh ke Manchester United.

Kedua klub besar Spanyol tersebut bukannya tidak mungkin untuk melayangkan tawaran resmi ke pihak klub yang bersangkutan. Namun dapat dipastikan, bahwa pihak The Blues tidak akan melepas striker andalannya tersebut pada bulan Januari ini. Meskipun sang pemain dikabarkan kecewa akan keputusan pihak klub yang tak mengizinkannya pindah ke Tiongkok.

Costa telah memutuskan untuk meninggalkan Atletico Madrid dan bergabung bersama Chelsea sejak musim 2014 lalu. Hingga sejauh ini, Costa telah sukses membukukan 51 gol yang hanya diperoleh dari 99 penampilannya untuk klub asal kota London tersebut di semua ajang kompetisi. Adapun masa bakti pemain berposisi penyerang tersebut bersama The Blues akan berakhir di akhir musim 2019 mendatang.

Courtois Ungkap Bahwa Semua Punggawa Chelsea Bahagia

Kiper Chelsea, Thibaut Courtois mengungkapkan bahwa semua rekan-rekannya satu tim mereka bahagia, meskipun beberapa hari ini terdengar kabar mengenai keributan kecil antara Diego Costa dengan manajer, Antonio Conte.

Thibaut Courtois

Thibaut Courtois menyatakan bahwa skuat merasa bahagia

Striker berkebangsaan Spanyol tersebut dikabarkan telah mendapatkan tawaran fantastis dari salah satu klub raksasa Tiongkok. Dimana, tawaran tersebut apabila diterima oleh sang pemain, maka akan menjadi pemain bergaji tertinggi di dunia.

Costa pun tak ikut latihan dengan skuat tim utama menjelang akhir pekan lalu. Puncaknya, Ia tersingkir dari skuat utama kala Chelsea bertandang ke King Power Stadium, markas Leicester City. Namun tanpa kehadiran sang pemain yang sementara menjadi top skor Liga Inggris, The Blues sukses memetik kemenangan meyakinkan 0-3 dan memperkokoh posisinya di puncak klasemen.

Adapun alasan Conte tak mengikutsertakan Costa dalam skuat utama melawan The Foxes, lantaran sang pemain mengalami cedera punggung. Tapi dengan tegas Courtois menyatakan bahwa seluruh pemain tidak mencemaskan hal tersebut dan memilih untuk tetap fokus di setiap laganya demi meraih gelar juara di akhir musim.

“Semua orang yang berada di dalam tim merasa bahagia. Saat ini, kami berada di puncak klasemen dan berselisih tujuh poin dari pesaing terdekat. Sehingga lebih penting untuk kami fokus di setiap pertandingan demi terus mempertahankan posisi kami dan di akhir musim mampu mengangkat trofi Liga Inggris,”

“Saat ini situasi di ruang ganti kami sangat kondusif dan bahagia. Kami tetap latihan seperti biasa, meskipun tanpa kehadiran striker utama kami,” ungkap kiper asal Belgia.

Cahill: Kami Tak Kehilangan Costa

Pemain yang berposisi untuk menjaga lini pertahanan Chelsea, Gary Cahill menyatakan bahwa timnya tidak merasa kehilangan sosok Diego Costa pada laga melawan Leicester City pada akhir pekan lalu. “Kami tak merasa bahwa kami kehilangan Dia (Costa). Terbukti, serangan kami membuahkan hasil,”

Gary Cahill

Gary Cahill ungkap bahwa timnya tidak kehilangan sosok Costa

“Dia tidak ada di dalam skuat kami, namun kami memiliki Hazard, Willian dan Pedro di lini depan. Hasilnya pun, kami dapat membawa pulang dengan poin penuh. Terlebih, kami pada pekan lalu menelan kekalahan,” ujar pemain berkebangsaan Inggris.

Lazio vs Fiorentina, Perbaiki Klasemen

Laga antara Lazio melawan Fiorentina akan tersaji di Stadio Olimpico, pada tanggal 19 Desember 2016 pukul 02.45 WIB. Laga tersebut merupakan matchday 17 Serie A. Kedua tim sama-sama mengincar kemenangan, demi dapat memperbaiki posisi mereka di tabel klasemen sementara.

Lazio vs Fiorentina

Lazio vs Fiorentina menghiasi giornata 17 Serie A

Saat ini, Biancocelesti menempati posisi kelima dengan berhasil meraih angka sebanyak 31 poin. Dimana didapatkan dari sembilan kali kemenangan, empat kali meraih hasil imbang dan harus menelan tiga kekalahan. Satu dari ketiga kekalahan tersebut didapatkan pada dua pekan yang lalu, dimana Immobile CS harus takluk di hadapan para pendukungnya sendiri saat melawan AS Roma dalam laga bertajuk Derby Della Capitale dengan skor 0-2.

Viola sendiri, dari 16 laga yang telah dilakoni, sebanyak 7 hasil meraih poin sempurna, lima berakhir dengan kedudukan imbang dan empat harus menelan pil pahit, harus puas bertengger di urutan ketujuh dalam tabel klasemen dengan raihan 26 poin. Kekalahan keempat, justru didapatkan dalam laga terakhir kala berhadapan dengan Genoa yang secara mengejutkan mampu mengalahkan sejumlah tim-tim besar. AC Milan dan sang juara bertahan Juventus pun harus takluk ditangan I Rossoblu.

Dengan meraih kemenangan, masing-masing tim mampu memperbaiki posisi mereka. Supaya terus dapat bersaing dalam perebutan gelar juara yang selama empat tahun terakhir di dominasi oleh Juventus. Apabila tuan rumah yang keluar sebagai pemenang, maka posisinya dapat naik dua tingkat dan menggeser Milan (32 poin) serta Napoli yang sama-sama mengumpulkan 31 poin.

Sedangkan, jika sang tamu yang berhasil menaklukkan lawannya. Posisi Fiorentina juga akan naik walau hanya satu tingkat ke urutan keenam. Dimana Atalanta masih mengklaim posisi tersebut dengan perolehan angka sebanyak 28 poin.

Lima Pertemuan Terakhir Antara Lazio Melawan Fiorentina

Berdasarkan lima laga terakhir yang mempertemukan kedua klub. Lazio masih sangat perkasa atas lawannya tersebut. Biancazzurri berhasil memenangkan empat laga, sementara Fiorentina hanya mampu menaklukkan lawannya tersebut sebanyak satu kali saja.

Lazio vs Fiorentina

Lazio masih perkasa atas Fiorentina dalam lima laga terakhir

Pertemuan kedua klub yang berlangsung pada hari Senin dinihari mendatang, merupakan pertemuan ketiga sepanjang tahun 2016 ini. Dimana, pada laga pertama tahun ini yang berlangsung di Stadio Artemio Franchi, Firenze, kubu tuan rumah harus mengakui keperkasaan lawannya. Laga tersebut berakhir dengan skor 1-3. Ketiga dari keempat gol pada laga itu, tercipta di menit menit akhir pertandingan.

Sedangkan laga kedua di tahun 2016 dan merupakan pertemuan terakhir antara kedua tim yang berlangsung di markas Lazio harus berakhir dengan kedudukan 2-4 untuk keunggulan Viola. Padahal, tuan rumah sempat unggul terlebih dahulu pada menit ke dua. Namun, babak pertama usai, skor berubah menjadi 1-3.

Simone Inzaghi vs Paulo Sousa

Masing-masing pelatih dari kedua klub akan menurunkan para skuat terbaiknya, demi keluar sebagai pemenang. Inzaghi siap beradu taktik dengan Sousa diatas lapangan.

Stadio Olimpico Roma

laga Lazio vs Fiorentina akan dihelat di Stadio Olimpico Roma

Inzaghi menerapkan formasi 4-3-3, dengan Felipe Anderson, Ciro Immobile dan Senad Lulic akan berbagi peran di lini serang. Diharapkan ketiganya mampu merobek jala gawang lawan. Tiga gelandang yang bertarung di lini tengah, diperankan oleh Marco Parolo, Lucas Biglia dan Savic.

Empat pemain yang bermain untuk menjaga lini pertahanan, yakni Dusan Basta, Stefan de Vrij, Wallace dan Stefan Radu. Federico Marchetti dipercaya menjaga dibawah mistar gawang.

Soussa tak merubah skema permainannya ketika berhasil mengalahkan Genoa pada pekan lalu. Formasi 4-3-3 akan kembali diterapkan dan tiga penyerang yang akan berbagi peran di lini depan adalah Bernaddeschi, Zarate dan Milic. Tiga gelandang untuk menopang lini serang maupun pertahanan, diisi oleh Vecino, Badelj dan Sanchez. Salcedo, Rodriguez, Astori dan Olivera pada lini belakang dan Tatarusanu sebagai penjaga gawang.

Barcelona vs Espanyol, Tempel Ketat Puncak Klasemen

Barcelona akan kedatangan tamu dalam lanjutan matchday 16 La Liga Spanyol, yakni Espanyol. Laga tersebut akan dihelat di Camp Nou pada tanggal 19 Desember 2016, pukul 02.45 atau Senin dinihari mendatang. Blaugrana tentu mengincar kemenangan, demi memangkas jarak sang pemuncak klasemen.

Barcelona vs Espanyol

Barcelona vs Espanyol akan tersaji pada hari Senin dinihari mendatang

Hingga pekan ke 15, puncak klasemen masih diklaim oleh Real Madrid dengan perolehan 37 poin. Barcelona sendiri berada di urutan kedua dengan raihan 31 poin. Jarak dengan pemuncak klasemen cukup jauh, yakni enam poin, atau jika dikonversikan kedalam laga, unggul dua pertandingan (satu laga sama dengan tiga poin).

Sehingga, dengan meraih kemenangan pada hari Senin dinihari mendatang. Selisih jarak tersebut akan terpotong dan berharap rival mereka menelan kekalahan saat bertandang ke Valencia. Namun, laga antara Real Madrid melawan Valencia sementara waktu di tunda, lantaran pasukan Merengues tengah mengikuti ajang piala dunia antar klub di Jepang.

Namun Messi CS tak akan mudah begitu saja mengalahkan Espanyol. Dimana sejauh ini, Periquitos bertengger di posisi kesembilan dengan mengklaim 22 poin dan mencatatkan kekalahan hanya sebanyak tiga kali saja.

Pertandingan pun diprediksi akan berjalan sengit dan ketat, walaupun penguasaan bola tetap akan dipegang sepenuhnya oleh kubu tuan rumah. Sang tamu pun kemungkinan akan mengandalkan serangan balik untuk menciptakan peluang.

Catatan Laga Barcelona Vs Espanyol

Pertandingan antara Barcelona melawan Espanyol yang akan tersaji di hari Senin dinihari mendatang merupakan pertemuan kelima kedua tim sepanjang tahun 2016 ini. Dimana, empat pertandingan sebelumnya, mampu dimenangkan oleh Blaugrana sebanyak tiga kali dan sisanya berakhir dengan skor imbang.

Barcelona vs Espanyol

Barcelona unggul empat kali kemenangan dalam lima laga terakhir bertemu Espanyol

Sedangkan berdasarkan lima pertemuan terakhir, Periquitos tak mampu meraih satu kali pun kemenangan. Empat dimenangkan oleh Barca dan satu hasil imbang.

Di laga terakhir yang dihelat di Camp Nou dalam lanjutan La Liga, pasukan Azulgranas sukes mempermalukan tamunya dengan skor yang sangat telak, yakni 5-0. Dimana trio MSN tampil memakau dengan menyumbangkan empat dari lima gol yang tercipta. Satu gol pelengkap diciptakan oleh Rafinha.

Dua laga sebelumnya, Barcelona mampu menyingkirkan Espanyol dalam ajang Copa Del Rey dengan agregat 6-1 dan berhak melaju ke babak perempat final. Dalam leg pertama Barca sukses mengunci kemenangan dengan skor 4-1. Sementara pada leg kedua, kembali pasukan Blaugrana mengalahkan lawannya tersebut di depan para pendukungnya sendiri dengan kedudukan akhir 0-2.

5 Laga Terakhir Yang Dijalani Barcelona Dan Espanyol

Berdasarkan lima terakhir yang dilakoni oleh Barcelona di ajang liga domestik, mereka hanya mampu meraih dua kemenangan saja dan tiga laga sisanya harus berakhir dengan skor imbang, termasuk berhadapan dengan rival mereka, Real Madrid yang berakhir dengan kedudukan 1-1. Sementara Espnyol mampu mencatatkan lebih baik, dimana mereka meraih tiga hasil sempurna dan dua berakhir sama kuat.

Camp Nou

laga antara Barcelona vs Espanyol akan dihelat di Camp Nou

Laga terakhir yang dijalani oleh pasukan Luis Enrique di La Liga, sukses menaklukkan Osasuna dengan skor yang cukup telak, 0-3. Luis Suarez menciptakan satu gol dan sang mega bintang, Lionel Messi melakukan brace atau dua gol.

Sedangkan tim pasukan Quique Sánchez Flores juga menorehkan tiga poin kala berhadapan dengan Sporting Gijon. Laga tersebut diwarnai dengan dua gol yang tercipta di menit-menit akhir pertandingan, dimana skor akhir 2-1 untuk keunggulan Espanyol yang tampil di hadapan para pendukungnya sendiri.

Untuk pelengkap, Barcelona kala bertandang melawan Real Sociedad tak mampu meraih kemenangan dalam catatan liga pertandingan terakhir. Begitu pula, Espanyol yang mampu menahan imbang Atletico Madrid di Estadio Vicente Calderón.

Berita Bola Paris Saint Germain vs Barcelona, Perbaiki Sejarah

Undian babak 16 besar Liga Champions sudah dilakukan di Nyom pada hari Senin tanggal 12 Desember lalu. Dimana, masing-masing juara grup sudah dipertemukan dengan runner up. Salah satu pertadingan yang merupakan laga ulangan, selain Arsenal yang kembali lagi bertemu Bayern Munich, yakni antara Paris Saint Germain melawan Barcelona.

Wakil Perancis tersebut sudah bertemu dengan Blaugrana dalam fase gugur. Dimana, pertemuan antara kedua tim tersebut bukanlah yang pertama kalinya. Sebelumnya, dalam edisi Liga Champions musim 2014/2015, wakil Catalan tersebut berhasil menyingirkan PSG di babak perempat final.

Paris Saint Germain vs Barcelona

Paris Saint Germain bertemu Barcelona di babak 16 besar Liga Champions

Pada leg pertama yang dilangsungkan di Parc des Princes, Paris, Barcelona berhasil meraih kemenangan dengan skor yang cukup meyakinkan, yakni 1-3. Laga tersebut pun, kubu tuan rumah tak mampu mencetak gol. Satu-satunya gol bagi PSG tercipta berkat gol bunuh dari J. Mathieu. Tiga gol untuk kubu tamu, diciptakan oleh Neymar dan Luis Suarez yang sukses membuat Brace (dua gol).

Blaugrana yang sudah sukses memenangkan pertandingan pada pertemuan pertama, tak membuat mereka bersantai. Justru, Neymar mampu melakukan brace ke gawang Paris Saint Germain. Hasilnya, leg kedua PSG harus takluk di tangan tim asal Catalan dengan skor 2-0. Secara agregat, 5-1 untuk keunggulan tuan rumah.

Bahkan, Barcelona tak hanya sekali saja menyingkirkan klub asal Paris tersebut. Pada musim 2012/2013, Blaugrana kembali sukses melewati hadangan PSG di babak yang sama, yakni perempat final. Namun, kedua laga dengan sistem kandang tandang berakhir dengan kedudukan yang sama kuat. Tetapi, Messi CS berhak menyegel satu tempat di semifinal berkat gol tandang. Dimana Barca mampu membuat dua gol saat bermain sebagai tamu. Sementara Cavani CS hanya mampu mencetak satu gol saja saat bertandang.

Di tahun 2014/2015, mereka dipersatukan dalam fase kualifikasi grup F. Pada pertemuan pertama, PSG mampu meraih kemenangan 3-2 berkat gol David Luiz, Marco Verratti dan Blaise Matuidi. Sementara dua gol sang tamu diciptakan oleh Lionel Messi dan Neymar. Kala itu, kemenangan ini mampu mengantarkan mereka memuncaki klasemen sementara.

Tetapi, di pertemuan kedua, Barcelona yang sempat tertinggal berkat gol Zlatan Ibrahimovic. Mampu mengembalikkan keadaan melalui gol Lionel Messi, Neymar dan Suarez. Kedudukan 3-1 berakhir hingga peluit panjang dibunyikan. Sekaligus mengunci Blaugrana keluar sebagai juara grup F. Paris Saint Germain harus puas berada di posisi runner up.

Ujian Berat Bagi Unai Emery

Tentu hasil undian babak 16 besar Liga Champions yang mempertemukan antara Paris Saint Germain melawan Barcelona, menjadi ujian yang sangat berat bagi pelatih Unai Emery. Pasalnya, mantan manajer Sevilla tersebut baru saja menangani Thiago Silva CS mulai bulan Juni 2016 lalu.

Unai Emery

Unai Emery saat konferensi pers usai undian babak 16 besar Liga Champions

Sejauh ini, di kancah Ligue 1, PSG berada di urutan ketiga dalam tabel klasemen dengan raihan 36 poin. Berjarak empat poin dari tim yang memberi kejuatan pada musim ini, yakni OGC Nice. 17 pertandingan yang sudah dilalui di liga domestik, mampu meraih sebelas hasil sempurna, tiga hasil imbang dan sisanya berakhir kalah.

Emery pun menanggapi mengenai hasil undian tersebut. “Saya rasa, dengan kualitas yang kami miliki. Kami mampu untuk melewati hadangan mereka (Barcelona). Kami optimis melangkah lebih jauh di kancah Liga Champions ini dan meraih gelar juara,” ujar pelatih berkebangsaan Spanyol tersebut.

Berita Bola Terkini Silva: Kami Belajar Dari Kekalahan

Dikutip dari sumber resmi berita bola terbaru nonamescript versi 4.03, 4.1, 4.22 nns Sang kapten Thiago Silva juga sepakat dengan sang pelatih, bahwa timnya akan mampu mengalahkan Barcelona. Pemain Brasil tersebut mengungkapkan bahwa timnya sudah belajar dari kekalahan di musim-musim sebelumnya.

Thiago Silva

Thiago Silva yakin mampu melewati hadangan Barcelona

“Memang pada musim-musim sebelumnya, kami tersingkirkan karena Blaugrana. Tetapi, kami belajar dari kekalahan tersebut. Musim ini pun, kami siap untuk merubah sejarah dan menjuarai Liga Champions,” ujar Silva.

Everton Siap Kalahkan Arsenal Di Goodison Park

Tengah pekan ini, Liga Primer Inggris kembali akan bergulir dan telah memasuki pekan ke 16. Salah satu laga yang akan tersaji yakni, pertandingan antara Everton melawan Arsenal. The Toffees pun sudah siap untuk memenangkan pertandingan tersebut dan memberikan hadiah senyuman bagi para supporternya yang tentu akan memenuhi Stadium Goodison Park.

Everton vs Arsenal

Everton siap kalahkan Arsenal di Goodison Park

Laga pekan ke 16 tersebut, akan dilangsungkan pada tanggal 14 Desember 2016 dan dimulai pada pukul 02.45 WIB. Pertandingan hari Rabu dinihari nanti, diprediksi akan berjalan sengit. Mengingat kubu tuan rumah tengah terluka dan sang tamu yang ingin berencana kembali mengkudeta rival sekotanya, Chelsea di puncak klasemen.

Dalam lima pertandingan terakhir yang dilakoni oleh Baines CS, tak ada satu laga pun yang berhasil dimenangkan. Mereka takluk dengan skor 5-0 saat bertandang ke Stamford Bridge, markas Chelsea. Setelah itu, mereka hanya mampu bermain imbang di markas sendiri saat melawan Swansea City dengan skor 1-1.

Pertandingan ketiga kembali mereka harus menelan pil pahit, setelah Southampton berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor tipis, 1-0. Lagi-lagi mereka harus bermain imbang, kala menjamu Manchester United di kandang sendiri. Dalam laga terakhir, The Toffes harus kembali merasakan kekalahan dengan skor 3-2, kala bertandang ke markas Watford.

Sehingga, tren negatif tersebut tentu akan berusaha mereka hentikan dan berencana untuk memenangkan pertandingan melawan The Gunners pada hari Rabu dinihari nanti. Tentu demi memperbaiki urutan mereka di klasemen. Sejauh ini, Everton berhasil mengumpulkan 20 poin dan bertengger di posisi ke 9 dalam tabel klasemen.

Namun, kubu tamu juga akan mengincar kemenangan, demi dapat merebut kembali puncak klasemen yang saat ini masih di klaim oleh Chelsea. Arsenal berada di urutan kedua dengan raihan 34 poin. Hanya berjarak tiga poin saja dari sang rival. The Gunners hanya merasakan kekalahan sekali saja, kala bersua Liverpool dalam laga pembuka Liga Inggris. Setelah itu, Sanchez CS tak lagi menelan pil pahit dan mencatatkan 14 laga di ajang domestik dengan rekor tak terkalahkan.

Prediksi Line Up Everton vs Arsenal

Demi meraih kemenangan, pelatih Everton, Ronald Koeman tentu akan menurunkan para pemain terbaiknya. Demikian juga dengan manajer Arsenal, Arsene Wenger yang mengandalkan pemain berkualitas yang dimilikinya.

Stadium Goodison Park

Goodison Park menjadi venue laga antara Everton melawan Arsenal

Koeman menerapkan formasi 4-5-1, dengan Romelu Lukaku sebagai ujung tombak, yang diharapkan mampu kembali mencetak gol, setelah melakukan brance pada pertandingan terakhir melawan Watford. Deulofeu, McCarthy, Mirallas, Gueye dan Barry akan berbagi peran di lini tengah dan diharapkan mampu memenangkan pertarungan di area tersebut.

Coleman, Jagielka, Williams dan sang kapten Baines akan mengisi lini pertahanan. Diharapkan, dapat menahan gemburan sang lawan. Urusan penjaga gawang, Stekelenburg tetap menjadi pilihan utama untuk menjaga dibawah mistar gawang.

Wenger, kembali menurunkan Alexis Sanchez sebagai striker utama dalam formasi 4-2-3-1. Chamberlain, Ozil dan Walcott berperan di lini tengah demi membantu dalam lini serang. Sementara Coquelin akan berduet dengan Xhaka dalam posisi gelandang bertahan. Bellerin, Paulista, Koscielny dan Monreal mengisi lini pertahanan. Petr Cech tetap akan menjaga gawang dari kebobolan.

Koeman: Memutus Tren Negatif

Pelatih Everton, Ronald Koeman mengungkapkan bahwa timnya sudah siap untuk memutuskan tren negatif dalam lima pertandingan terakhir. Dimana The Toffes belum mampu keluar sebagai pemenang dan merasakan tiga kali kalah serta dua sisanya berakhir imbang. “Saatnya kembali ke jalur kemenangan dan memutus tren negatif ini,” ujar Koeman.

Ronald Koeman

Ronald Koeman meyakini timnya mampu mengalahkan Arsenal dan memutus tren negatif

Mantan pelatih Southampton, menambahkan bahwa cukup sulit mengalahkan Arsenal yang saat ini berada dalam kepercayaan diri yang tinggi. Namun dirinya tetap optimis akan menaklukkan Meriam London di depan para pendukungnya sendiri. “Mereka (Arsenal) memiliki kepercayaan diri yang tinggi, berkat 14 laga tak terkalahkan di liga domestik. Tetapi, kita bermain di depan para supporter, tentu akan mampu mengalahkan mereka dan meraih poin penuh,” tutup Koeman.

Crotone vs Pescara, Pertarungan Zona Degradasi

Serie A pekan ke 16 akan diwarnai dengan laga antara Crotone melawan Pescara. Kedua klub tersebut akan bertarung di Stadio Ezio Scida, pada hari Minggu, 11 Desember 2016 dan akan kick off pada pukul 00.00 WIB. Tentu pertandingan ini akan berjalan dengan menarik dan diprediksi akan sangat ketat. Mengingat masing-masing klub saat ini berada di zona degradasi.

Crotone vs Pescara

laga antara Crotone vs Pescara, pertarungan zona degradasi

Kubu tuan rumah, dalam 15 laga yang dilakoninya, hanya mampu meraih satu kemenangan saja. Sisanya, tiga pertandingan berakhir dengan hasil imbang dan menelan pil pahit sebanyak 11 kali. Sehingga, menempatkan mereka di posisi ke 18 dalam tabel klasemen sementara dengan hanya meraih enam poin saja.

Sementara dari kubu tamu, posisinya memang lebih baik ketimbang lawan yang akan dihadapinya nanti. Namun, mereka juga hanya mampu memenangkan satu kali pertandingan saja dan sisanya, lima laga berakhir dengan skor sama kuat serta mengalami kekalahan sebanyak 9 laga. Dengan demikian, Pescara berhasil mengumpulkan delapan poin dan bertengger satu tingkat diatas Crotone.

Tentu apabila Delfini berhasil keluar sebagai pemenang, maka mereka mampu keluar dari zona merah. Lantaran hanya berjarak dua poin saja dari Empoli yang bertengger di posisi ke 17. Sedangkan jika Pitagorici yang mampu meraih poin sempurna. Mereka akan menggeser posisi sang lawan dan naik satu peringkat serta secara perlahan akan mampu keluar dari jurang degradasi.

Kemungkinan Skuat Antara Crotone vs Pescara

Crotone tentu akan menurunkan para pemain terbaiknya kala menjamu Pescara dalam lanjutan giornata 16, demi meraih kemenangan dan keluar dari zona degradasi. Tentu, Pescara tak akan tinggal diam. Mereka juga mengandalkan pemain terbaiknya, demi pulang dengan membawa tiga poin penuh.

Estadio La Rosaleda

Estadio La Rosaleda meniadi venue laga antara Crotone melawan Pescara

Pelatih Crotone, Davide Nicola menerapkan formasi 4-4-2. Trotta akan berbagi peran bersama Falcinelli di lini serang. Tentu duet mereka diharapkan mampu merobek jala gawang lawan. Empat gelandang yang akan mengisi lini tengah, yakni Stoian, Crisetig, Capezzi dan Rohden.

Lini pertahanan, Ceccherini akan berpasangan dengan Ferrari, demi dapat membendung serangan lawan, yang akan dibantu oleh Rosi di sebelah kanan dan Martella yang berperan di sebelah kiri. Penjaga gawang, sepenuhnya diserahkan oleh Cordaz, yang sudah berpengalaman.

Sementara itu, manajer Pescara, Massimo Oddo akan mengandalkan Pepe di lini serang dalam formasi 4-5-1. Kelima gelandang yang diperankan demi membantu lini serang maupun lini belakang, akan diisi oleh Caprari, Verre, Brugman, Memushaj dan Ahmed Benali.

Untuk menahan gempuran lawan, sang pelatih menurunkan Gyomber yang berduet dengan Fornasier di lini pertahanan. Bek kanan diperankan oleh Zampano dan di sebelah kiri diisi oleh Biraghi. Urusan kiper, Bizzari akan dipercaya kembali menjaga gawang dari kebobolan.

Lima Pertandingan Terakhir Crotone vs Pescara

Berdasarkan catatan dari lima pertemuan terakhir antara Crotone melawan Pescara, tak pernah berakhir dengan skor imbang. Kubu tuan rumah mencatatkan dua kemenangan dan sisanya, tiga kemenangan harus diraih oleh sang tamu. Pertemuan terakhir, Delfini harus takluk di markas Pitagorici dengan skor yang cukup meyakinkan, yakni 4-2.

Crotone vs Pescara

Pescara lebih diunggulkan saat melawan Crotone pada akhir pekan nanti

Sementara dalam laga terakhir yang dilakoni oleh tim asuhan Davide Nicola, harus menelan pil pahit. Kekalahan tersebut diderita saat bertandang ke San Siro Stadium, markas AC Milan. Laga harus berakhir dengan skor 2-1 untuk keunggulan i Rossoneri.

Sedangkan pertandingan terakhir yang dilalui Delfini. Tim asuhan Massimo Oddo terpaksa ditahan imbang oleh tamunya, Cagliari. Laga yang dihelat Stadio Adriatico-Giovanni Cornacchia, berakhir dengan skor 1-1.

Madrid Siap Kokohkan Posisi Puncak Klasemen

Real Madrid akan kembali menjalani laga pekan ke 15 La Liga Spanyol. Kali ini, mereka akan kedatangan tamu, yakni Deportivo La Coruna. Kemenangan menjadi tujuan utama pasukan Zidane. Demi memperkokoh posisi mereka di puncak klasemen dan menjauhkan dari peringkat kedua yang dihuni oleh Barcelona, yang merupakan juga rival abadinya.

Real Madrid

Real Madrid Siap Memantapkan Posisi Puncak

Hingga jornada ke 14, El Real menempati urutan teratas dalam tabel klasemen sementara Divisi Primera dengan mengantongi 34 poin. Dengan catatan, sepuluh laga meraih poin sempurna dan sisanya harus berakhir dengan skor sama kuat. Tentu kekalahan belum pernah dirasakan oleh Cristiano Ronaldo CS di ajang liga domestik.

Bahkan tak hanya di La Liga saja mereka mencatatkan laga tak terkalahkan. Sejauh ini, Los Blancos yang saat ini dilatih oleh Zinedine Zidane, berhasil menjalani laga sebanyak 34 pertandingan dengan catatan tak terkalahkan di semua ajang kompetisi. Catatan Zizou tersebut menyamai rekor pelatih Beenhakker yang masih memegang rekor laga tak terkalahkan sepanjang sejarah klub Real Madrid.

Sementara di urutan kedua klasemen, di klaim oleh Barcelona yang hanya mampu mengumpulkan 28 poin saja. Angka tersebut cukup berjarak jauh dari sang pemuncak, yakni enam poin atau jika dikonferensikan ke dalam laga, sebanyak dua laga (satu laga menang mendapatkan tiga poin). Sedangkan Blaugrana akan bertandang melawan Osasuna yang mengincar kemenangan, demi terus menempel ketat El Real.

Real Madrid vs Deportivo La Coruna

Laga antara Real Madrid melawan Deportivo La Coruna akan dihelat di Estadio Santiago Bernabeu pada tanggal 11 Desember 2016, pukul 02.45 WIB. Pertandingan ini diprediksi akan berjalan tidak seimbang, bahkan kubu tuan rumah akan mendominasi permainan. El Real pun di unggulkan sebagai pemenang dan melanjutkan tren tak terkalahkan menjadi 35 laga.

Real Madrid vs Deportivo La Coruna

Real Madrid siap raih kemenangan saat bersua Deportivo La Coruna

Namun walau diunggulkan, tak membuat pelatih mereka, Zidane jemawa. Manajer berkebangsaan Perancis tersebut tetap menurunkan skuat terbaiknya. Ia menerapkan formasi 4-3-3, dengan Karim Benzema, Cristiano Ronaldo yang saat ini menjadi top skor dengan raihan 10 gol dan Lucas Vazquez yang tampil gemilang menggantikan posisi Gareth Bale yang dibekap cedera, bermain di lini serang demi merobek jala gawang lawan.

Luka Modric akan memimpin lini tengah, dengan bantuan Isco dan Mateo Kovacic. Diharapkan ketiganya mampu berperan aktif dalam membantu penyerangan maupun pertahanan. Sedangkan lini belakang, sang kapten Sergio Ramos akan berduet bersama Varane dan Carvajal di sebelah kanan serta Marcelo di posisi kiri. Keilor Navas tetap menjadi pilihan utama penjaga gawang.

Deportivo La Coruna yang bertindak sebagai tamu, tentu juga akan mengincar kemenangan. Lantaran posisi mereka di tabel klasemen sangat terancam. Mereka berada di urutan ke 16 dengan raihan 13 poin dan hanya berjarak satu poin saja dari zona degradasi.

Pelatih Gaizka Garitano menurunkan Andone sebagai striker tunggal dalam formasi 4-5-1. Lima gelandang yang berperan untuk membantu lini pertahanan maupun serangan, diperankan oleh Babel, Carles Gil, Colak, Guilherme dan Borges.

Empat pemain yang bermain di lini belakang yakni, Juanfran, Albentosa, Sidnei dan Fernando Navarro. Penjaga gawang sendiri, dipercayakan kepada Tyton. Diharapkan mampu membendung lini serang mematikan El Real.

Ramos: Lanjutkan Tren Positif

Kapten Real Madrid, Sergio Ramos mengatakan bahwa timnya akan mampu melanjutkan tren positif kala bertanding pada akhir pekan nanti. “Mari kita lanjutkan tren positif ini demi meraih gelar juara,” ungkap Ramos.

Sergio Ramos

Sergio Ramos saat konferensi pers

Pemain yang berposisi sebagai Center Bek ini menambahkan, catatan 34 laga tak terkalahkan sangatlah istimewa. Mari kita perpanjang rekor tak terkalahkan ini. “Terasa spesial catatan tak terkalahkan ini. Mari tetap fokus untuk melanjutkannya,” tutup Ramos.

Leicester vs City, Kembali Ke Jalur Kemenangan

Laga antara Leicester City melawan Manchester City dalam lanjutan pekan ke 15, akan berlangsung pada tanggal 11 Desember 2016, pukul 00.30 WIB. Pertandingan ini dihelat di King Power Stadium dan diprediksi akan berjalan sangat ketat. Lantaran kedua tim pada pekan lalu sama-sama merasakan kekalahan. Sehingga, ‎The Foxes dan The Citizens akan bersaing untuk meraih kemenangan, demi memperbaiki posisi di klasemen.

Leicester City vs Manchester City

Laga antara Leicester City vs Manchester City diprediksi akan berjalan ketat

Pertandingan terakhir yang dilakoni oleh Riyad Mahrez CS saat bertandang ke markas Sunderland, harus menelan kekalahan dengan skor tipis, 2-1. Bahkan catatan lima pertandingan terakhir di kancah Liga Inggris, tim asuhan Claudio Ranieri belum pernah meraih poin sempurna. Tercatat, tiga kekalahan harus diderita dan dua berakhir dengan skor sama kuat. Tentu ini catatan yang buruk, lantaran Leicester City merupakan juara bertahan.

Manchester City juga merasakan hal yang sama pada laga terakhirnya. Tim asuhan Pep Guardiola harus mengakui kehebatan Chelsea dengan skor yang cukup meyakinkan, 1-3. Kekalahan ini pun diderita di kandang sendiri. Terlebih lagi, di ujung laga, mereka harus kehilangan dua pemain kuncinya, yakni Kun Aguero dan Fernandinho. Belum lagi kapten mereka yang masih dalam perawatan lantaran cedera, Vincent Kompany.

Namun jika berdasarkan, lima pertandingan terakhir di liga domestik. The Citizens lebih baik ketimbang lawan yang akan dihadapinya pada hari Minggu dinihari nanti. Kevin De Bruyne CS mencatatkan tiga kemenangan, satu hasil imbang dan hanya menelan satu kekalahan saja.

Sejauh ini, Manchester City berada di posisi keempat dengan perolehan 30 poin. Hanya berselisih empat poin saja dari sang pemuncak klasemen, yang masih diklaim oleh tim asuhan Antonio Conte. Sementara, sang juara bertahan, harus berada jauh dari persaingan gelar juara. Kini, The Foxes bertengger di posisi 16 dengan 13 poin. Angka tersebut hanya berjarak dua poin saja dari zona degradasi yang ditempati oleh Sunderland.

Catatan Pertemuan Leicester City vs Manchester City

Liga Primer Inggris pekan ke 15 akan diwarnai dengan pertandingan antara Leicester City melawan Manchester City. Kedua tim tengah sama-sama terluka di pekan lalu. The Foxes yang menyandang titel juara bertahan, harus takluk di kandang Sunderland dengan skor 2-1. Lebih menyedihkan, The Citizens harus menanggung malu setelah dipermalukan Chelsea dihadapan para supporternya sendiri dengan skor cukup telak, 1-3.

Leicester City vs Manchester City

Riyad Mahrez saat melakukan selebrasi gol ke gawang City

Dengan bermodalkan kekalahan pada pertandingan terakhir di ajang domestik. Tentu kedua pelatih akan mengincar kemenangan, demi meningkatkan kepercayaan diri para pemain dan tentu memperbaiki posisi di tabel klasemen.

Catatan lima pertemuan antara kedua tim, The Sky Blues masih unggul dengan memperoleh tiga kemenangan. Sementara The Filberts hanya meraih satu kemenangan saja. Raihan tiga poin tersebut terjadi pada pertemuan terakhir kedua klub. Lebih spesialnya, diraih di Etihad Stadium dengan skor 1-3. Satu pertandingan berakhir dengan skor sama kuat.

Ranieri: Kemenangan Demi Meningkatkan Kepercayaan Diri

Pelatih Leicester City, Claudio Ranieri mengatakan jika timnya harus memenangkan pertandingan saat melawan Manchester City. Dengan meraih kemenangan, Ia menilai mampu meningkatkan kepercayaan diri para pemain. “Kemenangan mutlak harus kita raih. Demi meningkatkan kepercayaan diri,” ujar Ranieri.

Claudio Ranieri

Claudio Ranieri tengah memberikan keterangan laga antara Leicester City vs Manchester City

Mantan pelatih timnas Yunani, menambahkan bahwa selain menambah dan mengembalikkan tingkat kepercayaan diri, kemenangan juga akan memperbaiki posisi, agar terhindar dari zona degradasi yang hanya terpaut dua angka saja. “Selain mengembalikkan kepercayaan para pemain, kemenangan tentu juga akan menjauhkan kita dari degradasi. Saat ini posisi kami jauh dari kata aman,” tutup manajer yang pernah melatih Chelsea.

Arsenal Siap Ambil Alih Puncak Klasemen Grup A

Arsenal siap untuk mengambil alih puncak klasemen sementara grup A Liga Champions yang saat ini di klaim oleh Paris Saint Germain. Meriam London akan bertandang ke Stadion Jakob Park, markas Basel dalam laga terakhir di fase kualifikasi grup A. Laga yang akan dihelat pada tanggal 7 Desember 2016 pukul 02.45 atau Rabu dinihari nanti, tim asuhan Arsene Wenger berambisi untuk meraih kemenangan, agar keluar sebagai juara grup.

Basel vs Arsenal

Theo Walcott berhasil menyetak gol pada pertemuan pertama

Saat ini, The Gunners berada di posisi kedua dengan perolehan 11 poin, yang dihasilkan dari tiga hasil sempurna dan dua sisanya berakhir dengan imbang. Begitu pula dengan sang pemuncak klasemen, Les Parisiens yang sama-sama mengumpulkan 11 poin dari hasil pertandingan yang juga sama. Kedua klub tersebut pun sudah dipastikan lolos ke fase gugur, lantaran peringkat ketiga dan keempat yang dihuni oleh Ludogores dan Basel hanya mampu masing-masing meraih dua poin saja.

Namun peluang klub yang bermarkas di Emirates Stadium itu akan mengalami sedikit kesulitan. Lantaran PSG hanya melawan wakil Bulgaria saja, yang dimana pertandingan tersebut dilangsungkan di Parc des Princes. Tentu jika wakil Perancis tersebut memenangkan laga tersebut, otomatis keluar sebagai juara grup A, walau Arsenal juga meraih hasil positif. Tak hanya itu, Basel juga akan berusaha meraih poin penuh agar dapat berkancah di kejuaraan Europa.

Arsene Wenger Optimis Arsenal Juara Grup A

Arsenal sudah dipastikan lolos ke fase gugur Liga Champions. Namun hal tersebut tak sepenuhnya membuat sang pelatih, Arsene Wenger merasa senang. Dirinya mengincar juara grup agar memudahkan laga di tahap selanjutnya. The Professor pun optimis bahwa timnya mampu mengalahkan Basel dalam lanjutan fase grup.

Arsene Wenger

Arsene Wenger saat konferensi pers jelang laga Basel vs Arsenal

Meriam London berada di urutan kedua dengan poin yang sama dengan Paris Saint Germain yang duduk di puncak klasemen. The Gunners hanya kalah head to head, dimana Sanchez CS hanya mampu membuat gol satu saja kala bertandang ke markas PSG. Sedangkan, Cavani CS berhasil membukukkan dua gol ke gawang yang kala itu dikawal oleh David Ospina.

Juara grup di kejuaraan antar klub di daratan eropa memang memiliki sejumlah keunggulan. Diantaranya yakni, pertandingan leg kedua di lakukan di markas sendiri. Selain itu, terhindar dari juara-juara masing-masing grup, seperti grup C yang di klaim oleh Barcelona, maupun grup D oleh Atletico Madrid.

Arsene Wenger sangat optimis para pemainnya dapat menampilkan permainan terbaiknya dan pulang dengan raihan poin penuh. Terlebih lagi saat ini tingkat kepercayaan diri mereka sangat tinggi, setelah berhasil menghembaskan perlawanan West Ham United dengan skor 1-5. Bahkan, manajer asal Perancis tersebut mengungkapkan bahwa laga tandang terasa lebih baik.

Basel Mengkhawatirkan Kedatangan Arsenal

Arsenal akan bertandang ke Stadion Jakob Park untuk melawan Basel dalam laga pamungkas penyisihan grup A. The Gunners pun datang untuk meraih poin sempurna agar dapat keluar sebagai juara grup. Sehingga hal tersebut membuat sang pelatih, Urs Fischer merasa khawatir.

Urs Fischer

Urs Fischer merasa khawatir akan kedatangan Arsenal

Manajer berkebangsaan Swiss mengungkapkan bahwa Arsenal saat ini bermain sangat efesien dan mengkhawatirkan timnya akan menjadi bulan-bulanan sama seperti yang terjadi kepada West Ham United. “Saya melihat pertandingan terakhir mereka dan hasilnya sangat menakjubkan. Mereka bermain begitu efektif. Hal itu pasti membuat lawan merasa cemas,” ujar Fischer.

Fischer menambahkan, walau bermain melawan tim yang tengah berada dalam kepercayaan tinggi, dirinya yakin mampu memanfaatkan peluang yang tercipta dan meraih tiga poin. “Kita melawan tim yang saat ini begitu percaya diri. Namun, kita akan menciptkan sejumlah peluang demi meraih kemenangan. Tantangan kami terasa cukup ringan dengan adanya supporter yang datang. Tak seperti Ludogores yang harus bermain di markas tim besar,” tutup manajer yang kini berusia 50 tahun tersebut.